Bushido – Sebuah Jalan Tiada Henti

Martial Arts’s Spirit

Shizenia dan perintisnya in action

Saat kubuka file-file dan foto-foto album, kutemukan berbagai macam pose para shizenia lagi memasang aksi didepan kamera. Ada mas Juna, mas Frans, kang Wahyu, bang Abe, dan lain-lain. Ku upload dari mulai para perintisnya hingga ke shizenia generasi kini, tapi baru sebagian dulu.

Berbagai pose dapat dilihat dibawah ini :

Klo yang dibawah ini lagi posisi Kamae dengan berbagai style

Me and Wahyu in action, eksekusi sankyo…

Shizenia generasi terkini belum di upload, tunggu aja ya…

Iklan

Maret 31, 2008 Posted by | Uncategorized | 5 Komentar

Manfaat Berlatih Visualisasi untuk Mental dan Pikiran

Kekuatan mental dan pikiran bukanlah sesuatu yang asing di abad ini. Hampir semua orang baik dari kalangan ilmuwan maupun dari kalangan praktisi bela diri mengakui efektivitas dari kekuatan pikiran dan mental yang terlatih. Pikiran merupakan anugerah Tuhan yang paling berharga dan paling indah. Ada berbagai cara untuk melatih mental dan pikiran agar dapat fokus dalam melakukan segala tugas penting. Diantaranya yaitu dengan melakukan visualisasi tentang kegiatan yang akan dilaksanakan. Dengan melatih visualisasi dan mengembangkan kekuatan pikiran, kita dapat menciptakan hal-hal terbaik bagi kehidupan kita. Selain itu juga bisa meningkatkan kecerdasan kreatif dan kecerdasan spiritual yang akan tumbuh dan berkembang ke tataran yang lebih tinggi. Pikiran sebenarnya tidak ada batasnya, yang membatasinya adalah persepsi dan keyakinan diri kita sendiri.

Ada kisah menarik yang pernah saya baca mengenai pelatihan pikiran dan mental ini. Seorang pilot Amerika yang telah tertembak jatuh dan dimasukkan ke dalam penjara di Korea Utara pada tahun 1950-an. Pilot ini sangat suka bermain golf, dan selama berada di dalam sel penjara, satu-satunya hal yang dapat dilakukannya adalah dengan membuat visualisasi dirinya bermain golf dan memenangkan sebuah kejuaraan golf. Dia membayangkan terus bermain golf 18 lubang secara sempurna. Ketika akhirnya dia dibebaskan dan pulang kembali ke Amerika, salah satu hal pertama yang dilakukannya adalah mendaftar ikut tournament golf. Bisakah anda menebak apa yang terjadi? Ya, ia bisa memenangkan tournament itu dengan mudah sehingga membuat heran semua orang. Mereka berpikir bahwa kemenangannya hanyalah karena nasib baik atau kebetulan saja. Tetapi bagi dirinya tidak, ia mengatakan pada setiap orang bahwa ia tahu dirinya akan menang karena secara mental ia telah berlatih, mempraktikkan pukulan yang sempurna, selama berada dibalik jeruji penjara, sampai ia bisa merasakan kemenangannya dari dalam sel penjara tersebut.

Dari kisah tersebut banyak sekali hikmah yang bisa dipelajari, diantaranya yaitu :

1.   Kekuatan pikiran bisa dikembangkan seluas-luasnya hingga mencapai hal yang mustahil sekalipun.

2.   Visualisasi bisa melatih pikiran menjadi terfokus. Dan hal itu harus dilakukan secara berulang-ulang agar dapat diserap oleh pikiran bawah sadar.

3.   Pikiran mengarahkan gerakan anggota tubuh. Pikiran selalu memimpin didepan, dengan fokus yang baik maka tubuh akan bergerak mengikuti instruksi dari pikiran.

        Bagi setiap praktisi bela diri dan aikidoka terutama, sebagian besar sudah sering melakukan teknik visualisasi ini. Kekuatan fokus yang terlatih ini dapat membantu praktisi aikido untuk bisa melakukan waza dengan sempurna hingga mencapai tahap No mind dan No power (yang terakhir itu istilah dan ciri khas dari sensei saya kalo menjelaskan suatu teknik). Atau seperti yang dikatakan oleh O’Sensei yaitu menyatu dengan alam. Bukan berarti kita selaku aikidoka tidak berlatih didojo lagi, akan tetapi teknik visualisasi ini dilakukan untuk menyempurnakan waza yang telah dan harus tetap dilatih selama di dojo masing-masing. Bagi praktisi aikidoka yang telah mencapai tingkat yang lebih tinggi, teknik visualisasi menjadi suatu latihan rutin terutama untuk mengembangkan harmonisasi dan keselarasan ki. Selamat berlatih buat para aikidoka dimanapun berada.

Maret 30, 2008 Posted by | Aikido, Mind Focus | 8 Komentar

Hibernasi Panjang

Sekedar sapa dihari yang cerah setelah semalaman kota pekanbaru diguyur hujan. Setelah beberapa lama melakukan hibernasi nge-blog, akhirnya sekarang bisa memulai lagi. The show must go on, kehidupan terus berjalan. Sekarang diriku kembali ke kampung halaman setelah sekian lama merantau di negeri orang. Setelah kuliah kelar saatnya memulai hidup baru, hehehe kayak pengantin baru aja. Ya karena kehidupan nyata yang berbeda dengan kehidupan kuliah harus dihadapi, dengan berbagai tanggung jawab baru yang harus dilaksanakan. Mau tau apa aja? Diantaranya kewajiban mencari “penghidupan” dan mencari …. hidup. Usaha dan doa menjadi hal yg harus dilakukan agar bisa berhasil dalam melakukan segala sesuatu.

Selain hal diatas, masih ada keinginan ‘tuk tetap berjalan di jalur seni bela diri yang telah kutekuni selama ini. Dojo ku Shizen di kota Malang yang begitu berarti berkontribusi memberikan pengajaran dan pelatihan Aikido, sehingga cara pandangku dalam berlatih seni bela diri ikut berubah, dari sekedar ingin menjadi kuat dan hebat, perlahan menjadi keinginan mencapai keharmonisan dalam diri dan lingkungan. Di pekanbaru cukup sulit menemukan dojo tuk berlatih aikido. Setelah mencari info nanya sana nanya sini, ada yg mengenalkan aku dengan seseorang yang juga berlatih aikido tapi masih belum mencapai black belt. Tapi sangat kusyukuri karena tetap bisa melakukan latihan dan ada teman yg bisa diajak berlatih aikido dikota hangtuah ini.

Masih banyak planning yg harus dicapai dalam tahun 2008 ini, semoga Allah Swt meridhoi dan melapangkan jalan ‘tuk mencapai kesuksesan dalam tiap langkah. Amin.

Maret 22, 2008 Posted by | Uncategorized | 6 Komentar