Bushido – Sebuah Jalan Tiada Henti

Martial Arts’s Spirit

Manfaat Berlatih Visualisasi untuk Mental dan Pikiran

Kekuatan mental dan pikiran bukanlah sesuatu yang asing di abad ini. Hampir semua orang baik dari kalangan ilmuwan maupun dari kalangan praktisi bela diri mengakui efektivitas dari kekuatan pikiran dan mental yang terlatih. Pikiran merupakan anugerah Tuhan yang paling berharga dan paling indah. Ada berbagai cara untuk melatih mental dan pikiran agar dapat fokus dalam melakukan segala tugas penting. Diantaranya yaitu dengan melakukan visualisasi tentang kegiatan yang akan dilaksanakan. Dengan melatih visualisasi dan mengembangkan kekuatan pikiran, kita dapat menciptakan hal-hal terbaik bagi kehidupan kita. Selain itu juga bisa meningkatkan kecerdasan kreatif dan kecerdasan spiritual yang akan tumbuh dan berkembang ke tataran yang lebih tinggi. Pikiran sebenarnya tidak ada batasnya, yang membatasinya adalah persepsi dan keyakinan diri kita sendiri.

Ada kisah menarik yang pernah saya baca mengenai pelatihan pikiran dan mental ini. Seorang pilot Amerika yang telah tertembak jatuh dan dimasukkan ke dalam penjara di Korea Utara pada tahun 1950-an. Pilot ini sangat suka bermain golf, dan selama berada di dalam sel penjara, satu-satunya hal yang dapat dilakukannya adalah dengan membuat visualisasi dirinya bermain golf dan memenangkan sebuah kejuaraan golf. Dia membayangkan terus bermain golf 18 lubang secara sempurna. Ketika akhirnya dia dibebaskan dan pulang kembali ke Amerika, salah satu hal pertama yang dilakukannya adalah mendaftar ikut tournament golf. Bisakah anda menebak apa yang terjadi? Ya, ia bisa memenangkan tournament itu dengan mudah sehingga membuat heran semua orang. Mereka berpikir bahwa kemenangannya hanyalah karena nasib baik atau kebetulan saja. Tetapi bagi dirinya tidak, ia mengatakan pada setiap orang bahwa ia tahu dirinya akan menang karena secara mental ia telah berlatih, mempraktikkan pukulan yang sempurna, selama berada dibalik jeruji penjara, sampai ia bisa merasakan kemenangannya dari dalam sel penjara tersebut.

Dari kisah tersebut banyak sekali hikmah yang bisa dipelajari, diantaranya yaitu :

1.   Kekuatan pikiran bisa dikembangkan seluas-luasnya hingga mencapai hal yang mustahil sekalipun.

2.   Visualisasi bisa melatih pikiran menjadi terfokus. Dan hal itu harus dilakukan secara berulang-ulang agar dapat diserap oleh pikiran bawah sadar.

3.   Pikiran mengarahkan gerakan anggota tubuh. Pikiran selalu memimpin didepan, dengan fokus yang baik maka tubuh akan bergerak mengikuti instruksi dari pikiran.

        Bagi setiap praktisi bela diri dan aikidoka terutama, sebagian besar sudah sering melakukan teknik visualisasi ini. Kekuatan fokus yang terlatih ini dapat membantu praktisi aikido untuk bisa melakukan waza dengan sempurna hingga mencapai tahap No mind dan No power (yang terakhir itu istilah dan ciri khas dari sensei saya kalo menjelaskan suatu teknik). Atau seperti yang dikatakan oleh O’Sensei yaitu menyatu dengan alam. Bukan berarti kita selaku aikidoka tidak berlatih didojo lagi, akan tetapi teknik visualisasi ini dilakukan untuk menyempurnakan waza yang telah dan harus tetap dilatih selama di dojo masing-masing. Bagi praktisi aikidoka yang telah mencapai tingkat yang lebih tinggi, teknik visualisasi menjadi suatu latihan rutin terutama untuk mengembangkan harmonisasi dan keselarasan ki. Selamat berlatih buat para aikidoka dimanapun berada.

Maret 30, 2008 - Posted by | Aikido, Mind Focus

8 Komentar »

  1. Artikel yang bagus mas, saya jadi bertambah wawasan tentang manfaat dari pikiran, tentunya yang positif ya.

    Komentar oleh Ridho | April 7, 2008 | Balas

  2. mas firman

    ada semacam latihan untuk melatih visualisasi ini ga

    barangkali semacam tips dan trik kyk gitu..

    makasih ya

    Komentar oleh hideyoshi | April 8, 2008 | Balas

  3. @ hideyoshi

    Visualisasi bisa digunakan untuk berbagai keperluan

    Prinsipnya sama ketika seseorang akan pergi ke kantor

    untuk menghadiri rapat. Sebelum pergi ia telah membayangkan

    dalam pikirannya tentang apa aja yang akan dipresentasikannya

    dihadapan rekan-rekannya. Sehingga saat presentasi nanti ia

    tidak lagi nervous atau gugup karena telah menyiapkan

    mentalnya.

    Untuk berlatih aikido, sebelum memulai latihan bisa dicoba

    melakukan meditasi sebentar utk merilekskan pikiran,

    kuncinya adalah rileks pikiran & tubuh, dan ketenangan hati,

    lalu dalam kondisi yang tenang coba bayangkan kita sedang

    melakukan suatu waza aikido misalnya ; somenuchi iriminage,

    imajinasikan dengan detail dan jelas dalam pikiran kita

    sedang melakukan waza tersebut dengan rileks secara

    berulang-ulang, sampai kita tidak merasa kesulitan lagi jika

    ingin membayangkan waza tersebut.

    Nanti setelah selesai meditasi, lalu melakukan latihan

    sesungguhnya didojo, insya Allah waza yang kita lakukan jadi

    lebih ringan, karena mulai terjadi sinkronisasi antara

    pikiran/hati dengan tubuh.

    Selamat mencoba

    Komentar oleh aikidoka | April 9, 2008 | Balas

  4. setuju dengan mas ridho, artikelnya bagus

    cuma menurut saya sebelum tahap visualisasi ini dilakukan, si tori/nage sudah pernah melalui tahapan “TAITOKU” sehingga penggunaan wazanya benar-benar di dapat (tori/nage benar-benar mengontrol uke)

    kita tidak dapat menvisualisasikan ‘rasa’ suatu resep makanan jika kita tidak tau ‘rasa’ tiap-tiap bumbu yang ada, bahwa garam itu asin, gula itu manis dsb. begitu juga di Aikido, ‘rasa’ tiap-tiap waza berbeda, sankyo tidak sama dengan yonkyo (baca=letak ‘sakit’nya berbeda)

    jadi prinsipnya ialah sebelum kita menvisualisasikan suatu waza (pada uke tentunya), kita sudah pernah merasakan ‘terkena’ waza dan benar2 bisa melaksanakan waza tersebut dengan tepat. prinsip sederhana TAITOKU inilah yang harus dipahami,

    Taitoku sendiri jika diartikan ialah learning by feeling, learning through the body. kita bisa mengunci uke dengan sankyo, karena kita sudah pernah (ato mungkin sering)terkunci dengan sankyo. jadi tahapan inilah yang menurut saya sangat penting sebelum melangkah ke tahap visualisasi. jangan malah belum pernah di sankyo lalu mau me’sankyo’ orang bisa-bisa ngga jadi sankyo malah jadi nikyo.

    just my 2 cents,

    salam kenal dari Aikidoist Jogja

    Komentar oleh xerograf | Desember 30, 2008 | Balas

  5. @ sensei Aikidoist Jogja

    Salam kenal juga, dengan sensei siapa neh?

    Betul sensei, visualisasi sebagai salah satu tahapan untuk mempertajam waza setelah proses Taitoku terlebih dahulu.
    Aikido dilatih melalui gerakan fisik terlebih dahulu, hingga mencapai dimana tubuh sudah hafal dengan waza ato istilah lainnya yakni refleks bawah sadar sudah jalan tanpa perlu usaha yang keras untuk mengingat suatu waza.
    Visualisasi bisa membantu untuk mensinkronkan antara fikiran dan hati atau ‘rasa’ dalam eksekusi sebuah teknik.
    Dan visualisasi akan membawa hasil yang optimal jika prinsip taitoku telah dijalankan terlebih dahulu.

    Thanks untuk pencerahannya sensei. Btw ini sensei yan mana ya? Insya Allah kalau ada waktu saya mau latihan ke Jogja neh. Doakan ya agar bisa segera menambah ilmu kesana.

    Komentar oleh Firmansyah Sutama | Desember 31, 2008 | Balas

  6. Jangan dipanggil sensei, saya masih punya sensei kok.

    kebetulan saya hanya penggembira dan latihannya suka berpindah-pindah, pernah di IAI, Takiotoshi, dan YIA cuma KBAI yang belum tp jangan terlalu dipermasalahkan ya.

    sukses deh buat Aikidoka dan Aikidoist Indonesia

    Komentar oleh xerograf | Januari 4, 2009 | Balas

  7. salam kenal.saya sejak remaja sdh mengenal dan berlatih kongfu jiujitsu judo ,tapi hingga kini sdh umur 65 thn.semangat msh ada tapi tenaga sdh gk kuat lagi.suatu hari saya buka internet Aikido journal.com tertarik kpd aikido,TERUTAMA,seika no itten.Bisa kah diberi penjelasan yg lbh rinci?trima kasih

    Komentar oleh takara budi koestomo | Juli 21, 2010 | Balas

  8. sub conscious

    Komentar oleh wiranata kusuma | November 11, 2013 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: